Pojok BEI Universitas Andalas

Tren IHSG Turun Jangka Menengah, Hati-hatilah!

Posted on: Maret 10, 2012

INILAH.COM, Jakarta – IHSG terus melaju dalam dua hari terakhir. Tapi, resistance 4.010 belum terpecahkan. Karena itu, tren jangka menengah masih turun. Hati-hatilah.

Pada perdagangan Jumat (9/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 23,8 poin atau 0,6% ke 3.991,54. Volume perdagangan mencapai 3,2 miliar saham senilai Rp3,5 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 146 saham menguat, 75 saham melemah dan 126 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp336,4 miliar dengan pembelian asing mencapai 1,7 triliun dan penjualan asing Rp1,3 triliun.

Indeks JII naik 3,6 poin ke 567,17, indeks ISSI naik 0,7 poin ke 134,52 dan indeks indeks saham unggulan LQ45 naik 4,5 poin ke 689,25. Penguatan tertinggi dialami sektor perkebunan naik 38,7 poin ke 2.355,34, disusul sektor konsumer naik 14,3 poin ke 1.336,17.

Bursa saham Eropa dibuka naik tipis pada perdagangan setelah 90% kreditor swasta menerima tawaran Yunani tentang debt swap 85,5%. Indeks CAC turun 0,1% ke 3.474, indeks DAX naik 0,1% ke6.845 dan indeks FTSE turun 0,1% ke 5.850.

Bursa Asia menguat seperti Hang Seng Index (HSI) yang naik 0,8%, indeks Nikkei naik 1,6%, indeks Shanghai naik 0,7%, indeks ASX naik 0,9% dan indeks Kospi naik 0,9%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sejauh ini kondisi market masih tidak jauh berbeda dengan kondisi tadi siang. “IHSG masih berputar-putar di sekitar 3.990,” katanya di Jakarta, Jumat (9/3).

Di sisi lain, lanjutnya, Hang Seng Index (HSI) juga tutup di sekitar retracement 50%, 21.100. Artinya, HSI tutup di level resistance. IHSG seharusnya bisa ditutup di atas 4000. “Tapi, untuk ditutup di atas 4.010, atau setidaknya membuat level tertinggi di atas 4.010, sepertinya baru hari Senin (12/3),” ujarnya.

Dia menjelaskan, Kondisi harga saham juga tidak terlihat ada yang berbahaya. “Paling hanya PT Gudang Garam (GGRM), PT Indo Tambang Raya (ITMG), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang bermasalah dengan resistance. PT Astra Internasional (ASII) sepertinya bisa mengatasi resistance Rp70.150. PT Unilever Indonesia (UNVR) juga cukup jauh dari resistance 19.350,” papar Satrio.

Di atas semua itu, Satrio mengaku dirinya hanya bisa bertahan. “Hold posisi atas posisi yang kemarin sore dan tadi pagi saya lakukan. Posisi saya belum juga mencapai 50% dari porto. Artinya, saya masih berhati-hati dalam mensikapi perkembangan yang ada,” ucapnya.

Satrio menegaskan, selama masih di bawah resistance 4.010, IHSG masih berada dalam trend turun jangka menengah. “Untuk indeks Dow Jones Industrial, selama masih di bawah 13.000-13.100, berarti indeks ini juga masih di dalam trend turun jangka menengahnya,” imbuhnya.

 

SUMBER: INILAH.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

muy

%d blogger menyukai ini: