Pojok BEI Universitas Andalas

MENGENAL OBLIGASI

Posted on: November 28, 2008

Seiring dengan penggabungan Bursa Efek Surabaya ke dalam Bursa Efek Jakarta dan kemudian berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia, maka instrument investasi yang dikelola Bursa Efek Indonesia tidak saja saham, melainkan bertambah yang salah satunya obligasi.

Definisi Obligasi

Obligasi adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi meminjam sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayar bunga secara berkala, dan kewajiban melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Karakteristik Obligasi

Sebagai surat utang, obligasi memiliki beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut:

1. Memiliki masa jatuh tempo. Masa berlaku suatu obligasi sudah ditentukan secara pasti pada saat obligasi tersebut diterbitkan, misalnya 5 tahun, 7 tahun, dan seterusnya.

2. Nilai Pokok Utang. Bessarnya nilai obligasi yang dikeluarkan sebuah perusahaan telah ditetapkan sejak awal obligasi tersebut diterbitkan, misalnya PT ABC menerbitkan obligasi sebesar Rp 100 Milyar. Umumnya, obligasi memiliki pecahan sebesar Rp 50 jutaan.

3. Kupon Obligasi. Pendapatan utama pemegang obligasi adalah berupa bunga yang dibayar perusahaan kepada pemegang obligasi pada waktu-waktu yang telah ditentukan misalnya dibayar tiap 3 bulan, atau 6 bulan sekali. Di obligasi istilah bunga biasa disebut kupon. Kupon merupakan daya tarik utama bagi para investor untuk membeli obligasi karena kupon tersebut merupakan pendapatan yang pasti diterima pemegang obligasi selama masa berlakunya obligasi tersebut.

4. Peringkat obligasi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam dunia investasi selalu terdapat kemungkinan harapan investor tidak sesuai dengan kenyataan atau selalu terdapat risiko. Risiko dalam berinvestasi di obligasi adalah risiko perusahaan penerbit obligasi tidak mampu memenuhi janji yang telah ditentukan, yaitu risiko perusahaantideak mampu membayar kupon maupun tidak mampu mengembalikan pokok obligasi. Agar infester memiliki gambaran tingkat risiko ketidakmampuan perusahaan dalam membayar, maka di dalam dunia surat utang atau obligasi dikenal suatu tingkat yang menggambarkan kemampuan bayar perusahaan penerbit obligasi. Tingkat kemampuan membayar kewajiban tersebut dikenal dengan istilah Peringkat Obligasi.

Keuntungan Dan Risiko Obligasi

Sebagai sebuah instrument investasi, obligasi menawarkan beberapa keuntungan menarik antara lain:

1. Memberikan pendapatan tetap (fixed income) beropa kupon

2. Keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain). Disamping penghasilan kupon, pemegang obligasi dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Jika ia menjual lebih tinggi disbanding dengan harga belinya maka tentu saja pemegang obligasi tersebut mendapatkan se lisih yang disebut dengan capital gain.

Meskipun termasuk surat berharga dengan tingkat risiko yang relative rendah, namun obligasi tetap mengandung beberapa risiko, antara lain:

1. Risiko perusahaan tidak mampu membayar kupon obligasi maupun risiko perusahaan tidak mampu mengembalikan pokok obligasi. Ketidakmampuan perusahaan membayar kewajiban dikenal dengan istilah default. Walaupun jarang terjadi, namun dapat saja suatu ketika penerbit obligasi tidak mampu membayar baik bunga maupun pokok obligasi.

2. Risiko tingkat suku bunga (interest rate risk). Pergerakan harga obligasi sangat ditentukan pergerakan tingkat suku bunga. Pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga; artinya jika tingkat suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun, begitu juga sebaliknya.

Ada beberapa sudut pandang yang dapat digunakan untuk menentukan jenis obligasi, diantaranya:

Dari sisi pihak yang menerbitkan obligasi, maka obligasi dapat dikelompokkan menjadi:

1. Obligasi korporasi (corporate bond) yaitu obligasi yang diterbitkan perusahaan, baik perusahaan public seperti misalnya Telkom, Indosat maupun perusahaan non public seperti PLN, Pegadaiain dan lain-lain.

2. Obligasi pemerintah (government bond) yaitu obligasi atau surat utang yang dikeluarkan pemerintah suatu negara. Di Indonesia jenis obligasi ini terbagi atas Obligasi Rekap, Obligasi Penjaminan dan Surat Utang Negara (SUN).

3. Obligasi pemerintah daerah (municipal bond) yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.

Dari sisi tingkat suku bunga atau kupon yang ditawarkan, obligasi dapat dibedakan menjadi:

1. Fixed rate, yatu obligasi yang memberikan kupon dengan prosentase yang tetap. Misalnya, obligasi A diterbitkan dengan tingkat kupon fixed rate sebesar 14% per tahun selama 5 tahun.

2. Floating rate, yaitu obligasiyang besarnya kupon tidak dipatok tetap, melainkan berdasarkan ukuran tertentu. Misalnya obligasi B diterbitkan selama 5 tahun dengan kupon 2% diatas SBI.

Jenis obligasi yang belakangan mulai berkembang di Indonesia yaiyu obligasi syariah. Ciri utama obligasi syariah adalah tidak mengenal kupon, karena penerimaan bunga dianggap riba dalam system syariah.

1 Response to "MENGENAL OBLIGASI"

Bagus ada blog begini. Kalau bisa diisi terus akan lebih baik dan akan lebih mudah ditemukan oleh bloggers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

muy

%d blogger menyukai ini: