Pojok BEI Universitas Andalas

Secara umum, aset yang dapat menjadi saran investasi terbagi menjadi dua, yaitu aset riil dan aset finansial. Aset riil adalah aset yang dimiliki dan memiliki wujud yang kita simpan atau miliki. Contohnya aset riil adalah rumah, tanah dan emas. Sedangkan, aset finansial tidak berwujud, biasanya hanya berupa kertas yang merupakan bukti kepemilikan kita. Contoh investasi antara lain tabungan, deposito, reksadana, obligasi, saham, emas, properti, dan lainnya. Sekarang, mari kita lihat apa saja keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenis investasi tersebut.

Jenis Investasi Keuntungan dan Kerugian Investasi

Tabungan

Menyimpan uang di bank untuk dipergunakan kemudian jika diperlukan.

 

Keuntungan Tabungan

Dapat diambil kapan saja dan tidak memiliki risiko.

Kerugian Tabungan

Uang dapat dengan mudah berkurang, karena dapat diambil kapan saja dengan mudah serta bunga yang kecil.

Deposito

Menyimpan uang untuk periode tertentu, bila belum jatuh tempo uang tidak dapat diambil atau akan mendapat penalti bila diambil sebelum waktunya.

 

Keuntungan Deposito

Risiko sangat rendah. Bunga yang dapat diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa.

Kerugian Deposito

Keuntungan atau bunga yang diterima lebih sedikit bila dibandingkan dengan jenis investasi lain yang berhadapan langsung dengan risiko pasar.

Reksadana

Adalah tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor. Ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang baru memulai untuk berinvestasi. Jenis risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.

 

Keuntungan Reksadana

Tidak perlu memiliki banyak pengetahuan, karena dikelola oleh Manajer Investasi. Karena diinvestasikan ke banyak tempat, maka bila terjadi kerugian di satu tempat bisa tertolong tempat lain yang mungkin menghasilkan keuntungan.

Kerugian Reksadana

Bagi sebagian orang, karena tidak dikelola sendiri sering tidak puas dengan hasilnya. Keuntungan lebih sedikit dibandingkan saham dan ada biaya yang dikeluarkan untuk pengelolanya.

Obligasi

Obligasi adalah surat hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberi bunga untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara.

 

Keuntungan Obligasi

Bunga lebih besar dibandingkan deposito.

Kerugian Obligasi

Jangka waktu panjang (> 1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan atau bila ingin berinvestasi lain. Bila pihak yang berhutang bangkrut, berarti tidak dapat mengembalikan hutangnya.

Saham

Memiliki saham berarti Anda memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Uang yang kita tanamkan dijadikan sebagai modal untuk perusahaan tersebut. Perusahaan akan memberikan keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut sebagai deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli saham suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda akan dikenakan biaya.

 

Keuntungan Saham

Dapat mendatangkan keuntungan yang sangat besar bila harga saham naik. Dengan modal sedikit, dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat.

Kerugian Saham

Risiko kehilangan besar pula, saat harga saham turun.

Emas

Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli emas kemudian menjualnya saat harganya naik. Bila hendak digunakan untuk investasi, emas yang dibeli hendaknya berupa logam mulia batangan atau koin daripada emas dalam bentuk perhiasan. Emas batangan atau koin tidak mengalami penyusutan atau ongkos pembuatan yang biasa dikenakan apabila kita menjual dalam bentuk perhiasan.

 

Keuntungan Emas

Merupakan aset likuid atau aset yang mudah dijual.

Kerugian Emas

Sulit dalam penyimpanan karena bila tidak hati-hati dapat dengan mudah dicuri.

Properti

Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi. Bila akan membeli rumah di perumahan yang belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya dan adanya perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita membayar, pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian.

 

Keuntungan Properti

Risiko kecil serta dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan tambahan.

Kerugian Properti

Perlu dana yang besar untuk membeli rumah atau tanah. Properti bukan aset yang likuid karena tidak mudah untuk menjualnya bila suatu saat membutuhkan uang.

Pertimbangkan juga kapan Anda ingin mengambil kembali hasil investasi, apakah hanya untuk periode pendek atau untuk jangka waktu panjang. Bila Anda ada keperluan dalam waktu dekat, pilih investasi dengan risiko rendah dan berifat liquid. Sedangkan, untuk jangka panjang, Anda dapat memilih investasi dengan risiko tinggi yang dapat meberi keuntungan yang lebih besar.

Karena berinvestasi memiliki risiko, maka perlu persiapkan mental saat mengalami kerugian atau kegagalan agar tidak menjadi patah semangat. Setidaknya, berinvestasi lebih baik daripada semua penghasilan Anda digunakan untuk pengeluaran tanpa ada bagian yang disimpan.

sumber: KUMPULAN INFO

423563_2609307402514_1549850656_31928779_1827579874_n

INILAH.COM, Jakarta – IHSG terus melaju dalam dua hari terakhir. Tapi, resistance 4.010 belum terpecahkan. Karena itu, tren jangka menengah masih turun. Hati-hatilah.

Pada perdagangan Jumat (9/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 23,8 poin atau 0,6% ke 3.991,54. Volume perdagangan mencapai 3,2 miliar saham senilai Rp3,5 triliun.

Perdagangan diwarnai dengan 146 saham menguat, 75 saham melemah dan 126 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp336,4 miliar dengan pembelian asing mencapai 1,7 triliun dan penjualan asing Rp1,3 triliun.

Indeks JII naik 3,6 poin ke 567,17, indeks ISSI naik 0,7 poin ke 134,52 dan indeks indeks saham unggulan LQ45 naik 4,5 poin ke 689,25. Penguatan tertinggi dialami sektor perkebunan naik 38,7 poin ke 2.355,34, disusul sektor konsumer naik 14,3 poin ke 1.336,17.

Bursa saham Eropa dibuka naik tipis pada perdagangan setelah 90% kreditor swasta menerima tawaran Yunani tentang debt swap 85,5%. Indeks CAC turun 0,1% ke 3.474, indeks DAX naik 0,1% ke6.845 dan indeks FTSE turun 0,1% ke 5.850.

Bursa Asia menguat seperti Hang Seng Index (HSI) yang naik 0,8%, indeks Nikkei naik 1,6%, indeks Shanghai naik 0,7%, indeks ASX naik 0,9% dan indeks Kospi naik 0,9%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sejauh ini kondisi market masih tidak jauh berbeda dengan kondisi tadi siang. “IHSG masih berputar-putar di sekitar 3.990,” katanya di Jakarta, Jumat (9/3).

Di sisi lain, lanjutnya, Hang Seng Index (HSI) juga tutup di sekitar retracement 50%, 21.100. Artinya, HSI tutup di level resistance. IHSG seharusnya bisa ditutup di atas 4000. “Tapi, untuk ditutup di atas 4.010, atau setidaknya membuat level tertinggi di atas 4.010, sepertinya baru hari Senin (12/3),” ujarnya.

Dia menjelaskan, Kondisi harga saham juga tidak terlihat ada yang berbahaya. “Paling hanya PT Gudang Garam (GGRM), PT Indo Tambang Raya (ITMG), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang bermasalah dengan resistance. PT Astra Internasional (ASII) sepertinya bisa mengatasi resistance Rp70.150. PT Unilever Indonesia (UNVR) juga cukup jauh dari resistance 19.350,” papar Satrio.

Di atas semua itu, Satrio mengaku dirinya hanya bisa bertahan. “Hold posisi atas posisi yang kemarin sore dan tadi pagi saya lakukan. Posisi saya belum juga mencapai 50% dari porto. Artinya, saya masih berhati-hati dalam mensikapi perkembangan yang ada,” ucapnya.

Satrio menegaskan, selama masih di bawah resistance 4.010, IHSG masih berada dalam trend turun jangka menengah. “Untuk indeks Dow Jones Industrial, selama masih di bawah 13.000-13.100, berarti indeks ini juga masih di dalam trend turun jangka menengahnya,” imbuhnya.

 

SUMBER: INILAH.COM

JAKARta. Pemodal asing meminati PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Dua lembaga keuangan internasional, yaitu UBS AG London Branch AC Delta 1 dan Flemington Asset Management Limited, telah resmi masuk menjadi pemilik saham pengelola minimarket Alfamart tersebut.

Kedua lembaga itu masuk ke AMRT setelah membeli saham baru yang diterbitkan perusahaan. Pada Kamis (8/9), AMRT menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement sebanyak 343,18 juta unit.

Dari jumlah itu, UBS membeli 317,44 juta saham dan Flemington membeli 25,74 juta saham. “Harga pelaksanaan (private placement) sebesar Rp 3.400 per saham,” kata Fernia R. Kristanto, Sekretaris Perusahaan AMRT dalam keterangan resmi, Jumat (9/3). Dus, AMRT memperoleh dana Rp 1,17 triliun dari private placement tersebut.

Aksi private placement ini membuat jumlah saham AMRT yang diterbitkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi 3,77 miliar saham. UBS menguasai 8,41% saham AMRT dan porsi saham Flemington sebesar 0,68% saham.

Manajemen AMRT tak bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait masuknya UBS dan Flemington. Dua Direktur AMRT, yakni Pudjianto dan Fernia Rosalie Kristanto, tidak merespons panggilan telepon dan pesan pendek yang dilayangkan KONTAN.

Ekspansi dan bayar utang

Fernia pernah mengungkapkan, dana hasil private placement akan dipakai untuk dua kebutuhan. Pertama, membiayai belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini. AMRT memang belum mengalokasikan secara pasti jumlah capex di tahun ini.

Namun, AMRT berencana menambah tiga hingga empat unit pusat distribusi dan 800 toko baru. Rencananya, ekspansi tersebut akan dilakukan menyebar di daerah yang sudah menjadi kekuasaan AMRT seperti Jawa, Lampung, Makassar, Bali serta di Luar Jawa.

Untuk membangun satu unit pusat distribusi, AMRT biasanya memerlukan dana Rp 50 miliar hingga Rp 80 miliar. Sedangkan biaya untuk membangun satu unit toko sekitar Rp 800 juta, termasuk biaya sewa tanah selama lima tahun. Jika mengacu perkiraan itu, AMRT memerlukan capex sekitar Rp 960 miliar untuk merampungkan ekspansi di 2012.

Kedua, AMRT akan memakai dana private placement untuk mengurangi beban utangnya. Berdasarkan laporan keuangan per September 2011, AMRT memiliki total utang jangka pendek senilai Rp 2,72 triliun dan utang jangka panjang Rp 3,2 triliun. Tapi manajemen AMRT belum mengungkapkan besaran utang yang akan dibayar melalui dana private placement tersebut.

Kepala Riset Indosurya Asset Management, Reza Priyambada, menilai, pencarian dana melalui private placement memang memberikan dua keuntungan bagi AMRT. Pertama, private placement tidak akan membebani keuangan AMRT seperti halnya pinjaman atau obligasi.

Skema private placement juga bisa memberikan sentimen positif bagi para investor. Soalnya, jumlah saham yang tercatat di BEI akan lebih banyak. “Ini akan positif karena investor memandang prospek likuiditas AMRT akan lebih baik, ujungnya pergerakan saham AMRT lebih terbaca,” lanjut Reza.

Tapi Reza menebak harga AMRT sedikit terkoreksi di jangka pendek. Sebab, harga pelaksanaan private placement AMRT di bawah harga pasar saat ini. Dalam kondisi seperti itu, harga saham biasanya turun mendekati harga private placement. “Tapi setelah itu naik kembali sesuai kinerja perusahaan,” jelas Reza.

Reza merekomendasikan beli AMRT di saat melemah ke Rp 3.800 per saham. Adapun target harga AMRT untuk jangka panjang di posisi Rp 4.350 per saham.
Harga saham AMRT kemarin ditutup menguat 2,5% menjadi Rp 4.100 per saham.

 

ttp://investasi.kontan.co.id/news/dua-pemodal-asing-membeli-saham-alfamart

Sumber:KONTAN

 

PANGKALPINANG–MICOM: Para investor Jerman tertarik berinvestasi mengembangkan perkebunan karet di Provinsi Bangka Belitung. Mereka menilai potensi komoditas tersebut cukup menjanjikan untuk dikembangkan di daerah itu.

“Dalam waktu dekat ini, delegasi dari Liechtenstein (Jerman) tersebut akan menyurvei lokasi untuk dijadikan perkebunan karet di Kabupaten Bangka dan Bangka Barat,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) setempat Zakaria di Pangkalpinang, Kamis (8/3).

Ia menjelaskan, pada pertemuan delegasi Babel dengan investor negara bagian Liechtenstein, mereka tertarik membangun perkebunan karet sekaligus pabrik pengolahan industri karet produk setengah jadi dan produk jadi.

“Apabila kerja sama ini terwujud tentu akan meningkatkan kualitas karet dan mengurangi angka pengangguran karena kebutuhan tenaga kerja di perusahaan ini sangat besar,” ujarnya.

Potensi perkebunan karet dan pengolahan karet mentah menjadi produk setengah jadi sangat menjanjikan karena masih banyak lahan-lahan kosong untuk dijadikan lahan produktif dan tingginya produktivitas karet petani.

“Produksi karet petani mencapai 93 ribu ton per tahun tersebar di enam kebupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang,” ujarnya. (Ant/OL-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/03/09/304132/4/2/Investor-Jerman-Bangun-Kebun-dan-Pabrik-Karet

SUMBER: MEDIA INDONESIA

KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertengahan bulan lalu mengisyaratkan tentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan dilaksanakan per tanggal 1 April 2012. Adapun besaran rencana kenaikan BBM tersebut mulai dari Rp 500 sampai dengan Rp 1.500 per liter atau sekitar 10 persen hingga 30 persenan per liternya.

Kenaikan harga BBM ini rencananya akan dilakukan bersamaan dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Secara umum, kenaikan kedua faktor produksi tersebut tidak dapat dihindarkan sejalan dengan kemungkinan kenaikan harga minyak dunia akibat kondisi geopolitik di Iran. Selain itu, kebutuhan minyak yang tinggi pada musim dingin di daerah belahan bumi utara menyebabkan tertekannya anggaran belanja negara atas kenaikan jumlah nilai subsidi BBM yang harus dibayarkan.

Pada prinsipnya, kenaikan kedua barang input tersebut tidak dapat dihindarkan lagi oleh pemerintah. Yang harus diantisipasi adalah dampak kenaikannya terhadap perekonomian secara keseluruhan, khususnya pada kenaikan tingkat inflasi. Sebenarnya, kenaikan tingkat inflasi akibat kenaikan kedua hal tersebut di atas merupakan konsekuensi logis yang harus diterima oleh pemerintah. Dan nampaknya, pemerintah menyadari hal itu sepenuhnya. Namun justru kekhawatiran timbul dari kebijakan Bank Indonesia yang telah menurunkan tingkat suku bunga acuannya menuju titik terendah (5,75 persen) sejak BI rate dijadikan sebagai suku bunga acuan. Walaupun latar belakang penurunan ini adalah untuk memberikan stimulus guna mendorong pertumbuhan pembiayaan di sektor riil, namun dalam perjalanannya hal ini dapat bersifat kontra produktif pada saat pemerintah di lain sisi harus menaikkan harga BBM dan TDL.

Peluang investasi

Dalam jangka pendek, kenaikan tingkat inflasi tidak akan dapat dihindari, meskipun dalam jangka panjang pasti akan terjadi normalisasi kembali sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh permintaan konsumsi domestik Indonesia. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah kenaikan tingkat inflasi ini berdampak negatif pada instrumen-instrumen investasi di pasar modal?

Dalam jangka pendek, jawabannya adalah benar. Sentimen negatif sudah dapat dipastikan akan memengaruhi pergerakan harga aset-aset keuangan baik yang berbentuk saham maupun obligasi. Secara teori, kenaikan tingkat inflasi akan berdampak pada penurunan tingkat pendapatan secara riil baik dari sisi perusahaan sebagai emiten maupun dari sisi investor sebagai pembeli saham atau obligasi perusahaan tersebut.

Namun apabila pemerintah telah melakukan antisipasi dengan memberikan kompensasi atas pencabutan subsidi BBM tersebut dalam bentuk lain ke masyarakat, justru kenaikan BBM tersebut akan berdampak positif dalam jangka panjang melalui pertumbuhan ekonomi yang akan memberikan efek normalisasi pada sisi tingkat inflasi. Karena ketimbang memberikan subsidi pada para pemilik kendaraan bermotor, terutama pemilik kendaraan roda empat yang notabene memiliki daya beli yang lebih tinggi, maka akan lebih bermanfaat bagi perekonomian secara umum apabila subsidi BBM dan tarif dasar listrik tersebut pada pembangunan infrastruktur yang pada hakikatnya akan memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.

Oleh karena itu, koreksi yang terjadi pada pasar saham dan obligasi hendaknya tidak dilihat sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan bagi para investor dan pemegang modal. Penurunan harga-harga tersebut harus dilihat sebagai peluang investasi guna untuk menurunkan biaya rata-rata perolehan (average cost) pada portofolio yang dimiliki oleh para investor. Apalagi banyak dari para analis yang telah menghitung bahwa pasar saham dan obligasi Indonesia saat ini terbilang sudah tidak murah lagi. Walaupun beberapa analis lainnya mengatakan bahwa valuasi pasar saham Indonesia dan tingkat imbal hasil obligasinya saat ini sudah berada pada posisi nilai wajarnya, sehingga secara relatif posisi valuasinya sama dengan pasar saham dan obligasi di tingkat regional maupun internasional.

Saran bagi investor

Jadi saran bagi para investor adalah gunakan penurunan harga ini sebagai peluang untuk membeli beberapa saham atau obligasi yang dinilai masih memiliki prospek investasi menarik dalam jangka menengah dan panjang, termasuk ke dalam Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Campuran yang saat ini memiliki dana kas/tunai yang relatif cukup besar. Artinya dengan dana kas/tunai tersebut, Reksa Dana tersebut memiliki kemampuan untuk menurunkan rata-rata harga pembeliannya akibat dari koreksi pasar tersebut. Pada gilirannya hal ini akan memberikan manfaat kepada para investornya guna mendapatkan tingkat pengembalian yang optimal.

Kekuatan konsumsi domestik dan besaran nilai ekspor yang relatif rendah kontribusinya terhadap pertumbuhan GDP Indonesia secara keseluruhan dapat dilihat sebagai dasar penopang kekuatan ekonomi Indonesia dari guncangan-guncangan permasalahan perekonomian yang terjadi baik di kawasan Eropa maupun Amerika Serikat.

Kenaikan rating Indonesia yang masuk ke dalam kategori Investment Grade (BBB-) serta deregulasi di bidang penanaman modal dan pembebasan lahan untuk pelayanan infrastruktur publik diharapkan akan dapat menjadi bahan dasar pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun beberapa waktu mendatang.

Valuasi harga yang secara relatif sudah berada pada harga wajarnya menunjukkan bahwa pasar keuangan Indonesia sudah berada pada posisi yang sama secara relatif dengan negara-negara lain baik yang ada di kawasan ASEAN maupun Asia bahkan global secara keseluruhan. Oleh karena itu, koreksi bukan lagi dilihat sebagai ancaman lagi, namun justru peluang, apalagi bagi para investor yang saat ini masih memiliki dana dalam bentuk kas dalam nilai yang relatif cukup untuk diinvestasikan kembali baik ke dalam pasar saham maupun obligasi atau setidaknya dalam bentuk Reksa Dana – Reksa Dana yang saat ini memiliki posisi kas cukup banyak untuk membeli kembali beberapa saham yang masih memiliki potensi yang tinggi dalam jangka panjang. (Fadlul Imansyah, Head of Investment PT CIMB-Principal Asset Management)

*Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis, tidak mencerminkan pendapat/pandangan PT CIMB-Principal Asset Management.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/03/07/10183462/Peluang.Investasi.di.Tengah.Kenaikan.Harga.BBM

SUMBER:KOMPAS

Jakarta (ANTARA News) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan laju inflasi pada 2012 bisa mencapai 7,1 persen, apabila pemerintah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

“Menurut hitungan kita 4,4 persen kalau tidak ada apa-apa. Nah, kalau ada itu ya jadi 6,8 persen sampai 7,1 persen,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Darmin menjelaskan apabila ada kenaikan harga BBM sebesar Rp1.000 per liter maka terjadi inflasi sebesar 6,8 persen, sedangkan apabila ditetapkan subsidi konstan sebesar Rp2.000 per liter maka terjadi inflasi 7,1 persen.

“Kalau harga BBM-nya Rp1.000 itu inflasi 6,8 persen, tapi kalau subsidi dibatasi konstan Rp2.000 per liter maka akan ada peluang naik, tapi inflasi kita di 7,1 persen,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan inflasi tersebut berasal dari dampak langsung kenaikan harga BBM dan dampak lanjutannya ke barang-barang lain.

“Resiko inflasi memang sulit untuk dihindari, tapi dalam perspektif jangka menengah panjang, kami melihat kebijakan BBM akan positif dalam menjaga prospek kesinambungan fiskal, meningkatkan efisiensi perekonomian dan memperkuat kinerja neraca pembayaran,” kata Darmin.

Bank Indonesia, lanjut Darmin akan menempuh kebijakan yang memadai dan terukur agar inflasi kembali pada sasarannya, dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Kebijakan tersebut antara lain dengan mengoptimalkan bauran kebijakan dari suku bunga, nilai tukar, pengelolaan likuiditas dan kebijakan makroprodensial.

Darmin menjelaskan dampak kebijakan subsidi BBM ke inflasi masih memungkinkan ditekan lebih rendah dengan menerapkan subsidi ke sektor transportasi dan komunikasi kebijakan yang baik untuk meminimalkan efek psikologis.

“Sebetulnya yang harus kita perhatikan betul adalah ada satu barang, jangan sampai kenaikannya itu terjadi melampaui yang seharusnya. (Jangan sampai) banyak spekulasinya, naiknya lebih besar dari harga yang seharusnya naik,” ujarnya.

Pemerintah dalam RAPBN-P 2012 mengubah asumsi laju inflasi menjadi 7,0 persen dari sebelumnya dalam APBN sebesar 5,3 persen terkait kemungkinan adanya penyesuaian harga BBM pada April mendatang.  (ANT)

 

http://www.antaranews.com/berita/300506/bi-inflasi-2012-bisa-capai-71-persen

Sumber : ANTARA NEWS

 

muy