Bakrieland Kaji Opsi Pendanaan Rp 2 Triliun

Senin, 4 Januari 2010 15:10:59
StockWatch (Jakarta) – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membutuhkan dana sekitar Rp2 triliun untuk membiayai berbagai proyek pada 2010. Proyek itu meliputi city property, landed residential dan jalan tol. “Kebutuhan ini termasuk untuk masuk sebagai mitra dalam ruas tol baru. Belum bisa kita sebut, tapi ada lebih dari dua ruas tol di Jawa yang saat ini sedang dalam pembicaraan,” kata Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib ketika ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Senin (4/1)

Hiramsyah menambahkan, opsi pilihan pendanaan proyek perseroan tersebut belum final. “Untuk pendanaan tahun ini, kita mengkaji kemungkinan penerbitan obligasi dolar, mungkin juga kombinasi dengan rupiah, rights issue atau pendanaan mitra strategis. Semua masih dikaji,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan proyeknya, ELTY memiliki opsi melepas sebagian saham anak usahanya, PT Bakrie Toll Road (BTR) pada akhir 2010. “Mungkin sekitar 10% yang akan dilepas. BTR berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp500 miliar pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan pendanaan proyek jalan tol perseroan,” katanya.

Selain itu, perseroan akan menganggarkan dana sebesar Rp510 miliar untuk melakukan Pembelian Kembali Saham (PKS) hingga Februari 2010. PKS dilakukan sehubungan dengan jatuhnya harga saham ELTY akibat sentimen negatif gagal bayar Dubai World. Limitless LLC, anak usaha Dubai World merupakan mitra strategis ELTY di berbagai proyek properti.

Saham yang telah dibeli kembali, menurut Hiramsyah, akan dilepas kembali ke pasar dalam dua opsi, yaitu dalam bentuk obligasi konversi dan penjualan secara terbatas (blocksale) kepada mitra strategis. (Irawan)

Wajah Pasar Modal 2010

Economy – investasi di pasar modal

Wajah Pasar Modal 2010
Senin, 4 Januari 2010 – 08:37 wib
text TEXT SIZE :
Foto: Idx.

Setahun lalu, masih ingatkah Anda bagaimana membayangkan pasar modal Indonesia di 2009? Sebagian besar pelaku pasar, analis dan investor menatap 2009 dengan sikap was-was, penuh keraguan, bahkan ada yang pesimis dan menatap tanpa gairah.

Maklum, memasuki 2009 lalu, semua pelaku pasar baru saja menghadapi dampak psikologis yang amat dasyat akibat pasar tertekan sangat hebat oleh krisis keuangan yang menjalar seantero dunia.

Bayangan suram, bukan hanya menghinggapi pelaku pasar, tetapi pelaku ekonomi pada umumnya. Tahun 2009 dipandang sebagai tahun yang penuh ketidakpastian.

Fakta rupanya bicara lain. Bayangan suram yang ditakutkan hanya berlangsung pada tiga pertama 2009. Indikator pasar pada tiga bulan pertama sesuai dengan bayangan suram yang menggelayuti benak pelaku pasar.

Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) minim. Nilai rata-rata transaksi harian selalu di bawah Rp 2 triliun. Januari tercatat Rp 1,65 triliun, Februari Rp 1,23 triliun dan Maret sedikit bergerak naik menjadi Rp 1,85 triliun. Rata-rata saham yang berpindah tangan juga kecil, tidak lebih dari 2 miliar saham sehari. Begitupun dengan frekwensi transaksi, ada di kisaran 40.000-an per hari. IHSG pada Januari dan Februari tercatat terus terkoreksi. Pendek kata, kondisi pasar tiga bulan pertama mewakili perasaan pelaku pasar yang pesimis.

Bulan ke empat, April dan seterusnya, tanpa diduga pasar seperti mendapat suntikan energi besar, tiba-tiba bergerak kencang dan melaju cepat. Semua indikator perdagangan mengalami peningkatan yang tidak disangka-sangka.

Hingga tulisan ini dibuat, pasar masih memperlihatkan kegairahannya, meskipun sesekali agak terganggu oleh faktor-faktor di luar pasar yang mendatangkan sentiment negatif. Catatan BEI, sampai 11 Desember lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah bertengger di level 2.519,10 atau tumbuh 85,86 persen dibandingkan penutupan 2008 di titik 1.355,41.

Pertumbuhan IHSG sebesar itu sekaligus menempatkan BEI di peringkat pertama sebagai Bursa Efek yang mencatat prestasi atau return tertinggi di dunia. Posisi kedua dan ketiga ditempat bursa Shanghai (78,34 persen) dan Bursa Mumbai India (77,45 persen). Nilai rata-rata transaksi harian mencapai Rp 4,1 triliun dan volume rata-rata 6,33 Miliar lembar saham dengan frekwensi rata-rata mencapai 88.000 kali transaksi per hari.

Pendek kata, nuangsa pasar di 2009 sama sekali berbeda 180 derajat dibandingkan dengan suasana pasar 2008. Pada 2008, investor diliputi suasana ‘berkabung’, sedangkan pada 2009 perasaan investor berbunga-bunga ibarat menikmati angin surga.

2010

Bagaimana dengan 2010, Tahun Macan yang sebentar lagi datang? Tahun 2008 dan 2009 memberikan pelajaran berharga bagi investor untuk menghadapi 2010. Apakah 2010 akan diwarnai aksi profit taking besar-besaran setelah sepanjang 2009 investor menangguk untung 85,86 persen? Ataukah pencapaian selama 2009 masih akan terus berlanjut hingga 2010?

Harus diingat pada awal 2008, IHSG pernah mencapai puncaknya di level 2.830-an. Jika ini dijadikan sebagai tolok ukur puncak prestasi, maka sebenarnya pertumbuhan IHSG 2009 yang amat gemilang tadi belum mengembalikan pasar modal pada posisi puncak yang pernah dicapai. Artinya masih ada peluang untuk meneruskan pertumbuhan nilai portofolio. Apalagi faktor untuk mencapai pertumbuhan itu amat mendukung.

Dari sisi makro ekonomi, diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai kisaran 5,3 persen hingga 5,5 persen. Bahkan ada yang berani menaksir hingga 6 persen. Untuk mencapai pertumbuhan sebesar itu tentu saja dibutuhkan investasi yang juga besar. Ekonom dari Universitas Indonesia Chatib Basri dalam sebuah presentasinya mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen dibutuhkan investasi sebesar 4,5 persen APBN. Bisa dihitung berapa dana investasi yang dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan 5,3 persen. Dari mana sumbernya? Salah satu andalannya adalah sektor swasta dan pasar modal.

Maka jangan heran jika pada 2010 akan banyak Emiten baru dan akan banyak Emiten yang akan menambah modalnya melalui penerbitan saham baru atau obligasi. BEI sendiri menargetkan Emiten baru sebanyak 25 perusahaan. Jumlah perusahaan yang akan mencatat emisi saham tambahan sebanyak 35 perusahaan.

Dari sisi moneter, posisi nilai tukar Rupiah juga diramal akan semakin kuat di kisaran Rp 9.300 per dolar AS hingga Rp 9.500 per dolar AS. Tingkat suku bunga acuan diperkirakan sekitar 7 persen dan laju inflasi ditaksir berkisar 6,5 persen.

Dengan indikator makro yang lebih baik, pemodal boleh menaruh asa pada 2010. Hilangkan sikap putus asa akibat runtuhnya pasar pada 2008. Jika Anda belum merasakan nikmatnya pertumbuhan saham pada 2009, maka masih ada peluang untuk merasakannya di 2010. (Tim BEI)(//rhs)

okezone.com

IHSG dibuka melemah

JAKARTA – Pada penampilan pertamanya pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah. Seluruh sektor mengalami koreksi, terutama saham emiten Astra group. Begitu pula dengan pergerakan saham regional cenderung terkoreksi.

Indeks saham pada perdagangan Senin (19/10/2009) turun 10,684 poin atau setara 0,42 persen ke level 2.505,122. Indeks LQ45 turun 3,062 poin ke posisi 492,35 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) juga melemah 2,661 poin ke posisi 407,53.

Nilai perdagangan dibuka sebanyak 8,7 juta lembar saham senilai Rp22,5 miliar. Sedangkan total frekuensi mencapai 437 kali transaksi. Terdapat tiga saham yang menguat, 22 saham melemah, dan 26 saham stagnan.

Indofood Sukses Makmur Tambah 7,8% Saham di ISP

Sabtu, 17 Oktober 2009 – 17:15 wib
text TEXT SIZE :
Ade Hapsari Lestarini – Okezone
Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Indosentra Pelangi (ISP) sebesar 3.900 lembar saham atau setara dengan 7,8 persen dari jumlah seluruh saham yang dikeluarkan ISP.

Hal ini diungkapkan Direktur & Corporate Secretary INDF Werianty Setiawan, dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Sabtu (17/10/2009).

Adapun harga pembelian saham yang disepakati senilai Rp18 miliar yang diambil dari dana internal perseroan. Dengan demikian, total kepemilikan saham perseroan di ISP saat ini meningkat dari 92,2 persen menjadi 100 persen.

Dia menambahkan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana termaksud dalam peraturan Bapepam Nomor IX.E.2 per 20 Februari 2001 dan bukan transaksi yang mengandung benturan kepentingan sebagaimana termaksud dalam peraturan ketua Bapepam Nomor IX.E.1 per 12 Desember 2008.

Pentingnya Mengetahui MKBD Broker Sebelum Investasi Saham

Dunia perekonomian Indonesia pada dewasa ini tak terlepas dari kontribusi pasar modal sebagai instrument investasi. Bagi para investor maupun calon investor yang tertarik untuk berinvestasi di pasar modal dengan instrumen saham, alangkah baiknya mengetahui “MKBD” broker atau pialang.
MKBD adalah singkatan dari Modal Kerja Bersih Disesuaikan. MKBD cukup penting untuk menilai kualitas suatu perusahaan sekuritas karena MKBD menggambarkan kekuatan atau besaran modal perusahaan sekuritas itu sendiri.
MKBD pada perusahaan sekuritas sama halnya dengan seperti Capital Adequacy Ratio (CAR) pada perbankan. Bagi sebuah bank, makin besar jumlah CAR, maka bank tersebut makin ‘sehat’. Demikian juga MKBD, jika MKBD sebuah sekuritas makin besar, maka sekuritas tersebut juga makin baik.
Berdasar data Bursa Efek Indonesia per Maret 2009, sepuluh besar perusahaan dengan MKBD terbaik adalah sebagai berikut:
1. PT Amantara Sekuritas
2. PT OSK Nusadana Sekuritas
3. PT Danareksa Sekuritas
4. PT Credit Suisse Securities Indonesia
5. PT Sinarmas Sekuritas
6. PT Trimegah Sekuritas
7. PT JP Morgan Securities Indonesia
8. PT Bahana Securities
9. PT CLSA Indonesia
10. PT Macquari Capital

Jasrino,
Divisi Litbang

JATS-Next G vs TOS

Otoritas Bursa Efek Indonesia memastikan akan memberikan sanksi kepada PT. Trimegah Sekuritas Tbk. Terkait dengan gangguan sistem internal TRIM yang mengakibatkan perdagangan BEI terhenti (error). BEI akan melakukan audit terhadap sistem integral Trimegah.
Sementara itu, manajemen TRIM mengakui kesalahannya lantaran telah menyebabkan gangguan sistemik pada Jakarta Automated Trading System- Next Generation (JATS-Next G) pada perdagangan Kamis tanggal 23 April 2009 lalu.
Trimegah memang sedang dalam peralihan penggunaan sistem ketika gangguan terjadi. Sejak Maret 2009, Trimegah menjalankan sistem secara paralel, yakni Trimegah Online System (TOS) S21. Dalam peralihan tersebut terdapat beberapa gangguan pada seluruh sistem JATS. Namun karena beberapa kali terjadi gangguan kecil, sistem TOS tetap digunakan oleh sekitar 50 orang broker.
Otoritas bursa sebaiknya mengambil langkah yang bijaksana atas gangguan yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu. Tentunya yang dirugikan disini adalah investor dan masyarakat pada umumnya, karena perdagangan terhenti. Selain itu, perlu dipertanyakan tentang kesiapan internal Trimegah dengan sistem TOS mereka sendiri.

Dari sini diharapkan kordinasi antara otoritas bursa dengan Trimegah agar kejadian yang sama tidak terulang lagi karena akan menyebabkan kinerja bursa tidak efektif.

Jasrino,
Divisi litbang

MENGENAL OBLIGASI

Seiring dengan penggabungan Bursa Efek Surabaya ke dalam Bursa Efek Jakarta dan kemudian berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia, maka instrument investasi yang dikelola Bursa Efek Indonesia tidak saja saham, melainkan bertambah yang salah satunya obligasi.

Definisi Obligasi

Obligasi adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi meminjam sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayar bunga secara berkala, dan kewajiban melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Karakteristik Obligasi

Sebagai surat utang, obligasi memiliki beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut:

1. Memiliki masa jatuh tempo. Masa berlaku suatu obligasi sudah ditentukan secara pasti pada saat obligasi tersebut diterbitkan, misalnya 5 tahun, 7 tahun, dan seterusnya.

2. Nilai Pokok Utang. Bessarnya nilai obligasi yang dikeluarkan sebuah perusahaan telah ditetapkan sejak awal obligasi tersebut diterbitkan, misalnya PT ABC menerbitkan obligasi sebesar Rp 100 Milyar. Umumnya, obligasi memiliki pecahan sebesar Rp 50 jutaan.

3. Kupon Obligasi. Pendapatan utama pemegang obligasi adalah berupa bunga yang dibayar perusahaan kepada pemegang obligasi pada waktu-waktu yang telah ditentukan misalnya dibayar tiap 3 bulan, atau 6 bulan sekali. Di obligasi istilah bunga biasa disebut kupon. Kupon merupakan daya tarik utama bagi para investor untuk membeli obligasi karena kupon tersebut merupakan pendapatan yang pasti diterima pemegang obligasi selama masa berlakunya obligasi tersebut.

4. Peringkat obligasi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam dunia investasi selalu terdapat kemungkinan harapan investor tidak sesuai dengan kenyataan atau selalu terdapat risiko. Risiko dalam berinvestasi di obligasi adalah risiko perusahaan penerbit obligasi tidak mampu memenuhi janji yang telah ditentukan, yaitu risiko perusahaantideak mampu membayar kupon maupun tidak mampu mengembalikan pokok obligasi. Agar infester memiliki gambaran tingkat risiko ketidakmampuan perusahaan dalam membayar, maka di dalam dunia surat utang atau obligasi dikenal suatu tingkat yang menggambarkan kemampuan bayar perusahaan penerbit obligasi. Tingkat kemampuan membayar kewajiban tersebut dikenal dengan istilah Peringkat Obligasi.

Keuntungan Dan Risiko Obligasi

Sebagai sebuah instrument investasi, obligasi menawarkan beberapa keuntungan menarik antara lain:

1. Memberikan pendapatan tetap (fixed income) beropa kupon

2. Keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain). Disamping penghasilan kupon, pemegang obligasi dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Jika ia menjual lebih tinggi disbanding dengan harga belinya maka tentu saja pemegang obligasi tersebut mendapatkan se lisih yang disebut dengan capital gain.

Meskipun termasuk surat berharga dengan tingkat risiko yang relative rendah, namun obligasi tetap mengandung beberapa risiko, antara lain:

1. Risiko perusahaan tidak mampu membayar kupon obligasi maupun risiko perusahaan tidak mampu mengembalikan pokok obligasi. Ketidakmampuan perusahaan membayar kewajiban dikenal dengan istilah default. Walaupun jarang terjadi, namun dapat saja suatu ketika penerbit obligasi tidak mampu membayar baik bunga maupun pokok obligasi.

2. Risiko tingkat suku bunga (interest rate risk). Pergerakan harga obligasi sangat ditentukan pergerakan tingkat suku bunga. Pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga; artinya jika tingkat suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun, begitu juga sebaliknya.

Ada beberapa sudut pandang yang dapat digunakan untuk menentukan jenis obligasi, diantaranya:

Dari sisi pihak yang menerbitkan obligasi, maka obligasi dapat dikelompokkan menjadi:

1. Obligasi korporasi (corporate bond) yaitu obligasi yang diterbitkan perusahaan, baik perusahaan public seperti misalnya Telkom, Indosat maupun perusahaan non public seperti PLN, Pegadaiain dan lain-lain.

2. Obligasi pemerintah (government bond) yaitu obligasi atau surat utang yang dikeluarkan pemerintah suatu negara. Di Indonesia jenis obligasi ini terbagi atas Obligasi Rekap, Obligasi Penjaminan dan Surat Utang Negara (SUN).

3. Obligasi pemerintah daerah (municipal bond) yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.

Dari sisi tingkat suku bunga atau kupon yang ditawarkan, obligasi dapat dibedakan menjadi:

1. Fixed rate, yatu obligasi yang memberikan kupon dengan prosentase yang tetap. Misalnya, obligasi A diterbitkan dengan tingkat kupon fixed rate sebesar 14% per tahun selama 5 tahun.

2. Floating rate, yaitu obligasiyang besarnya kupon tidak dipatok tetap, melainkan berdasarkan ukuran tertentu. Misalnya obligasi B diterbitkan selama 5 tahun dengan kupon 2% diatas SBI.

Jenis obligasi yang belakangan mulai berkembang di Indonesia yaiyu obligasi syariah. Ciri utama obligasi syariah adalah tidak mengenal kupon, karena penerimaan bunga dianggap riba dalam system syariah.

SDPM dan GSS 2008

Acara Seminar Dasar Pasar Modal (SDPM) dan Games Simulasi Saham (GSS) 2008 telah sukses digelar.

Untuk lebih jelasnya kami menyediakan layanan download untuk LPJ, Data peserta, Dan lainnya.

untuk download Laporan Pertanggungjawaban Acara silakan klik LPJ SDPM GSS 2008

untuk download Daftar Peserta silakan klik PESERTA SDPM 2008

dsc02826dsc02790

Proses Penawaran Umum (Go Public)

Apakah Pengertian Efek?

Efek adalah setiap surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan, misalnya: surat pengakuan utang, surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti utang, bukti right (right issue), waran (warrant), unit penyertaan kontrak, kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap turunan (derivatif) dari efek.

 

Apakah Pengertian Emiten?

Emiten adalah pihak (perusahaan) yang melakukan penawaran umum.

 

Apakah Pengertian Penawaran Umum?

Penawaran umum adalah kegiatan yang dilakukan emiten untuk menjual efek kepada masyarakat, berdasar tata cara yang diatur oleh undang – undang dan peraturan pelaksanaannya. Kegiatan ini lebih populer disebut go public.

 

Apa Manfaat Penawaran Umum Saham?

  • Dapat mempoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus (tidak dengan termin – termin)
  • Biaya go public relatif murah
  • Proses relatif mudah
  • Pembagian dividen berdasarkan keuntungan
  • Penyertaan masyarakat biasanya tidak berminat masuk dalam manajemen
  • Perusahaan dituntut lebih terbuka, sehingga hal ini dapat memacu perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme
  • Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta memiliki saham perusahaan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial
  • Emiten akan lebih dikenal oleh masyarakat (go public merupakan media promosi)
  • Memberikan kesempatan bagi koperasi dan karyawan perusahaan untuk membeli saham.

 

Apa Konsekuensi Penawaran Umum Saham?

  • Keharusan untuk keterbukaan (full disclosure)
  • Keharusan untuk mengikuti peraturan – peraturan Pasar Modal mengenai kewajiban pelaporan
  • Gaya manajemen perusahaan berubah dari informal menjadi formal
  • Kewajiban membayar dividen
  • Senantiasa berusaha untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan perusahaan.

 

Apa Keuntungan Penawaran Umum Obligasi?

  • Dapat memperoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus (tidak dengan termin – termin)
  • Biaya relatif murah
  • Proses relatif mudah
  • Dengan adanya keterbukaan berarti juga mengharuskan adanya peningkatan profesionalisme
  • Emiten akan lebih dikenal masyarakat
  • Obligasi merupakan sumber pembiayaan jangka panjang bagi perusahaan, dengan jangka waktu sekurang – kurangnya 3 tahun
  • Bisa menggunakan jasa Penanggung (Guarantor) apabila Debt to Equity Ratio (DER) Emiten tinggi
  • Pembayaran tingkat bunga dapat dilakukan berdasarkan tingkat bunga tetap dan atau dengan tingkat bunga mengambang.

 

Apa Konsekuensi Penawaran Umum Obligasi?

  • Harus menunjuk Wali Amanat yang akan mewakili kepentingan pemegang obligasi
  • Menyisihkan dana pelunasan obligasi (sinking fund)
  • Kewajiban melunasi pinjaman pokok dan bunga obligasi dalam waktu yang telah ditentukan oleh Emiten dan Wali Amanat
  • Memberitahukan kepada Wali Amanat setiap perubahan yang terjadi yang dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan Emiten.

 

Tujuan Penggunaan Dana Hasil Go Public

  • Untuk ekspansi
  • Memperbaiki struktur permodalan
  • Divestasi

 

Apa Dampak Psikologis Go Public bagi Emiten?

  • Perubahan perilaku manajemen ke arah keterbukaan dan profesionalisme
  • Dorongan untuk meningkatkan pertumbuhan yang tinggi justru akan memajukan perusahaan.

 

Apa saja yang harus dipersiapkan Emiten dalam rangka Penawaran Umum?

  1. Manajemen perusahaan menetapkan mencari dana melalui go public
  2. Rencana go public tersebut dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham dan perubahan Anggaran Dasar dalam RUPS
  3. Emiten mencari Profesi Penunjang dan Lembaga Penunjang untuk membantu menyiapkan kelengkapan dokumen:

-          Penjamin Emisi (Underwriter) untuk menjamin dan membantu Emiten dalam proses emisi

-          Profesi Penunjang:

o   Akuntan Publik untuk melakukan audit atas laporan keuangan emiten untuk dua tahun terakhir

o   Notaris untuk melakukan perubahan atas Anggaran Dasar, membuat akta perjanjian – perjanjian dalam rangka penawaran umum dan juga notulen – notulen rapat.

o   Konsultan Hukum untuk memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion)

-          Lembaga Penunjang:

o   Wali Amanat akan bertindak selaku wali bagi kepentingan pemegang obligasi (untuk emisi obligasi)

o   Penanggung (Guarantor)

o   Biro Administrasi Efek (BAE)

o   Tempat Penitipan Harta (Custodian)

  1. Mempersiapkan kelengkapan dokumen emisi
  2. Kontrak Pendahuluan dengan Bursa Efek
  3. Penandatanganan perjanjian – perjanjian emisi
  4. Khusus penawaran obligasi atau efek lainnya yang bersifat hutang, terlebih dahulu harus memperoleh peringkat yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemeringkat Efek
  5. Menyampaikan pernyataan pendaftaran beserta dokumen – dokumennya kepada BAPEPAM, sekaligus melakukan ekspose terbatas di BAPEPAM.

 

Apa yang dimaksud dengan Prospektus?

Prospektus adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan penawaran umum, yang dimaksudkan agar pihak lain membeli efek yang ditawarkan.

 

Penawaran Umum:

-          Periode Pasar Perdana yaitu ketika efek ditawarkan kepada pemodal oleh Penjamin Emisi melalui para Agen Penjual yang ditunjuk

-          Penjatahan Saham yaitu pengalokasian efek pesanan para pemodal sesuai dengan jumlah efek yang tersedia

-          Pencatatan Efek di Bursa yaitu saat efek tersebut mulai diperdagangkan di bursa.

IDX Corner News: Jalan – Jalan Anggota Pojok BEI

Berdasarkan keputusan rapat hari Sabtu, 31 Mei 2008, jalan – jalan yang sekaligus merupakan pelantikan bagi anggota baru Pojok BEI UALM akan diadakan hari Minggu tanggal 15 Juni 2008. Objek Wisata yang dituju adalah Pariaman, dengan menggunakan kereta api. so, bagi para pojokers yang berminat, silahkan langsung hubungi desi atau alka sebagai penanggung jawab acara. paling lambat tanggal 9 Juni 2008 ya…

ditunggu…^^